Yuk Kritis #AntiHoax
Assalamualaikum wrwb
Dewasa ini, kita tidak dapat menahan kecepatan teknologi yang beredar saat ini termasuk berita-berita yang sering kita lihat di televisi, radio, media massa sampai media sosial sehingga akan sangat sulit bagi kita dalam menyaring dan memverifikasi informasi dalam berita tersebut. Momen inilah yang dimanfaatkan oknum tertentu baik sekedar mengambil keuntungan, menjatuhkan seseorang sampai memecah belah suatu kelompok bahkan bangsa.
Dalam memverifikasi berita, Allah SWT telah memperingatkan kita untuk memeriksa kebenaran pada suatu berita serta berhati-hati dalam menyikapinya:
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS al-Hujurat:6)
Dalam islam, hal ini disebut tabayyun dan tatsabbut.Tabayyun secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya. Sedangkan tatsabbut adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dalam terhadap sebuah peristiwa dan kabar yang datang, sampai menjadi jelas dan terang baginya.
Berikut pernyataan seorang syeikh mengenai hoax:
Salah satu penyebab perpecahan umat yang sudah sangat mengkhawatirkan hari ini adalah penerimaan (tanpa kritis) seseorang atas ucapan atau berita dari orang lain. Di mana berita tersebut memicu perselisihan. Berapa banyak kerugian yang dihasilkan dari sebuah berita (bohong) yang pada akhirnya melahirkan penyesalan? Berapa banyak berita yang berkembang di tengah masyarakat yang tidak sesuai dengan fakta? Oleh sebab itu, sebagai makhluk yang diberi akal, kita harus hati-hati dalam menerima sebuah isi berita. Harus melakukan proses seleksi dan melakukan penyaringan. Tidak boleh sembrono dengan menerimanya begitu saja.
(Syeikh Abdurrahman as-Sa'di)
Dari peryataan tersebut, telah terjadi di sekitar kita berbagai berita-berita palsu (Hoax) yang diberitakan oleh media massa maupun media sosial yang seolah-olah dibenarkan. Akibatnya akan terjadi aksi saling tuduh menuduh, timbulnya keresahan diantara masyarakat, bahkan terjadi kesalahpahaman sampai pertumpahan darah.
Sebagai umat islam, janganlah meninggalkan sifat tabayyun dan tatsabbut terutama pada akhir zaman ini banyak berita-berita yang semakin tidak jelas baik narasumbernya maupun sumbernya. Jangan sampai tertipu oleh tipu daya oknum-oknum yang ingin mengambil keutungan semata.
Nah, Berikut tips menghindari diri dari terjerumus berita hoax:
1. Senatiasa meningkatkan ketaqwaan, karena salahsatu di antara keutamaan taqwa adalah Allaah akan memberikan ‘Furqan’ kepadanya, yaitu kemampuan membedakan yang haq dari yang batil, yang benar dari yang
bohong[QS AlAnfal 29].
2. Bergaul dengan orang-orang yang memiliki sikap tabayyun. Hal ini akan banyak memberi manfaat baginya kepada sikap kritis, penuh pemikiran dan pertimbangan hingga ia selamat dari ketergelinciran dan salah langkah dalam mengambil langkah dan tindakan.
3.Membaca, memahami,merenungi dan mengamalkan ayat-ayat yang membahas tabayyun (misalnya AlHujurat 6, Annisaa 94).
4. Membiasakan diri untuk selalu berprasangka baik terhadap muslim lainnya (QS. Annuur 12).
Semoga bermanfaat, wassalamualaikum wrwb
Sumber:
#FULDFKIndonesia
#SolidMengakarMenyejarah
πTelegram : @fuldfkindonesia

Komentar
Posting Komentar